Bahasa Indonesia
Foto oleh Dylan Chan di Pexels.com
Fakta singkat: Gerbang merah raksasa dan lentera besar menciptakan latar foto yang dramatis, sedangkan aroma dupa dan derap langkah peziarah memberi nuansa hangat serta sakral. Jangan heran bila kamu melihat orang mengibas asap dupa sebelum berdoa atau mengambil kertas ramalan, lebih dari 30 juta orang datang tiap tahun untuk merasakan tradisi yang masih hidup.
Sorotan: Gerbang depan punya lentera merah raksasa setinggi sekitar 3,9 meter dan berat hampir 700 kilogram, berdiri di bawahnya kamu bisa merasakan getaran halusnya dan melihat retakan cat yang menambah kesan berumur. Di jalanan perbelanjaan sepanjang kira-kira 250 meter, hampir 90 kedai menjual kue beras renyah dan teh manis, sementara di halaman utama asap dupa tebal memenuhi udara dan orang-orang secara ritual mengibaskan asap itu ke arah leher untuk mendoakan kesehatan.
Fakta singkat: Suasana hutan yang tenang menyambut pengunjung saat mereka melangkah melalui gerbang kayu besar, suara daun dan aroma pinus membuat hiruk-pikuk kota terasa jauh. Antrean panjang pada periode Tahun Baru dan lautan orang yang datang untuk berdoa jadi pengalaman khas, sementara deretan tong-tong sake besar yang dipajang selalu menarik perhatian pengunjung.
Sorotan: Bayangkan melangkah lewat lorong yang dikelilingi hutan hasil penanaman lebih dari 100.000 pohon dari 365 spesies yang dikirim dari seluruh Jepang, kamu akan mencium aroma pinus, humus basah, dan mendengar desir daun yang menenangkan. Di awal tahun lebih dari 3 juta orang datang untuk hatsumode, dan di halaman berdiri ratusan tong sake serta tong anggur berdekorasi yang memperlihatkan nama pabrik dan chateau, jadi sambil berjalan kamu bisa memerhatikan label-label Bordeaux berdampingan dengan nama-nama pembuat sake Jepang.
Fakta singkat: Lampu neon berkedip dan lautan pejalan kaki membuat persimpangan itu terasa seperti pertunjukan kinetik setiap kali lampu lalu lintas berubah, dengan ratusan orang menyebrangi jalan pada setiap siklus. Sebuah patung anjing yang melambangkan kesetiaan menjadi titik temu emosional bagi penduduk dan wisatawan, banyak yang meninggalkan bunga atau berfoto sambil membayangkan kisah sang anjing menunggu tuannya.
Sorotan: Saat lampu lalu lintas berubah hijau, sampai sekitar 2.500 pejalan kaki menyeberang serempak, lampu neon dan papan iklan memantul di genangan hujan sehingga terlihat seperti lautan payung warna-warni. Patung anjing perunggu di sebelahnya memiliki moncong yang mengkilap karena disentuh orang untuk keberuntungan, anjing itu dulu setia menunggu Profesor Hidesaburo Ueno setiap sore selama hampir 9 tahun setelah sang profesor meninggal pada 1925.
Fakta singkat: Dengan ketinggian 634 meter, dek observasi memberikan pemandangan 360 derajat yang terasa seperti melayang di atas kota, sempurna untuk foto dramatis. Saat malam tiba lampu LED berganti warna mengikuti musim dan acara, menciptakan panorama bercahaya yang sering bikin pengunjung terpesona.
Sorotan: Menara setinggi 634 meter memakai angka 634 yang dibaca 'Musashi', jadi restoran puncak dinamai Musashi dan dek observasi utama berada pada 350 meter serta galeri pada 450 meter. Di lantai kaca dek observasi perutmu bisa berdebar karena pandangan langsung ke jalanan kecil di bawah, dan pada pagi yang sangat cerah siluet Gunung Fuji muncul seperti bayangan biru di cakrawala.
Fakta singkat: Lampu oranye memantulkan kilau hangat ke gedung-gedung sekitar, membuat pemandangan malam terasa seperti hamparan bintang yang hidup. Di dek observasi pengunjung bisa merasakan angin kota dan melihat jalan seperti lukisan mini, selain itu struktur setinggi 333 meter itu pernah berfungsi sebagai pemancar televisi penting yang menjadi titik acuan bagi pilot.
Sorotan: Menara setinggi 333 meter yang selesai dibangun pada 1958 dicat warna putih dan international orange karena aturan keselamatan penerbangan, hasilnya pada malam hari siluetnya memancarkan rona oranye hangat yang kontras dengan langit kotanya. Di bawah kaki menara ada gedung bernama FootTown yang sampai 2020 menampung taman tema One Piece, pengunjung sering terkejut menemukan replika kapal Thousand Sunny dan acara bertema yang membuat kunjungan terasa seperti masuk ke dunia manga.
Fakta singkat: Jalan-jalan berbatu dan parit yang lebar menghadirkan sensasi bertukar waktu, dengan bayangan pohon dan aroma tanah yang membuat perjalanan terasa sunyi sekaligus megah. Di beberapa titik pengunjung bisa melihat sisa-sisa gerbang dan pondasi kastil, sambil menikmati deretan sakura yang mekar, jadi latar fotografi populer di musim semi.
Sorotan: Di balik suasana tenang taman terdapat tembok batu dan parit yang sebagian fondasinya berusia lebih dari 400 tahun, plus Gerbang Ote-mon yang masih memperlihatkan bekas pahat tukang batu era Edo. Setiap musim sakura sekitar 150 pohon mekar di area Ninomaru, aroma kelopak yang manis dan bunyi langkah di atas batu membuat suasana terasa seperti adegan dari lukisan ukiyo-e.
Fakta singkat: Aroma ikan segar dan asap panggangan memenuhi lorong-lorong sempit, membuat setiap kunjungan terasa seperti festival kuliner mini. Bayangkan berkeliling antara ratusan lapak yang menjual tuna sashimi, bumbu lokal, dan pisau dapur tradisional, seringkali dengan penjual yang memberi sampel jadi kamu bisa makan sambil berjalan.
Sorotan: Bayangkan lorong sempit dengan lebih dari 400 toko dan restoran, di mana suara pisau yanagiba mengiris es dan aroma acar jahe serta sup dashi menyatu dengan bau laut yang asin. Setiap pagi ada demonstrasi pemotongan maguro yang memperlihatkan tuna seberat sampai 200 kilogram, penonton bisa melihat irisan daging merah tua mengkilap dipotong dalam hitungan menit oleh tukang potong berpengalaman dari toko Aritsugu.
Fakta singkat: Aroma kembang sakura memenuhi jalur berumput, sementara gerombolan pengunjung menikmati hanami dan jajanan kaki lima yang semarak. Kebun binatangnya memamerkan ratusan spesies termasuk mamalia eksotis, dengan program konservasi dan kegiatan interaktif yang selalu menarik perhatian keluarga.
Sorotan: Setiap awal April, sekitar 1.200 pohon sakura mekar menjadi awan bunga merah muda, pengunjung menyebarkan terpal biru untuk pesta hanami sambil menikmati aroma yakitori dan suara gitar akustik. Kebun binatang di sana adalah yang tertua di Jepang, dibuka tahun 1882, koleksinya berkembang selama lebih dari 140 tahun dan pemberian makan bambu yang terjadwal sering memicu sorak sorai anak-anak.
Fakta singkat: Lampu neon dan papan iklan berwarna-warni memenuhi jalan, menciptakan suasana berenergi yang sering terasa seperti adegan anime. Penggemar elektronik dan budaya pop bisa menemukan lebih dari seribu toko, dari komponen langka sampai merchandise karakter yang susah dicari.
Sorotan: Setiap hari Minggu dan hari libur, jalan utama Chuo Dori ditutup untuk kendaraan, lalu cosplayer, penjual pop-up, dan pengunjung berkeliaran di antara toko yang menumpuk figur anime, kaset game retro, dan rak penuh cartridge Famicom di toko terkenal seperti Super Potato. Beberapa gedung toko elektronik menjulang sampai sembilan lantai, misalnya Yodobashi-Akiba, dan suasana dipenuhi lampu neon, bunyi mesin arcade, gemerincing pachinko, serta pelayan kafe bertopeng yang menyambut dengan ucapan 'Okaerinasaimase, goshujin-sama' sambil menyajikan crepe manis berwarna-warni.
Fakta singkat: Pasir halus dan angin laut menciptakan suasana santai yang kontras dengan siluet gedung-gedung di seberang, pengunjung suka duduk sambil menikmati lampu kapal yang berkilau di malam hari. Lampu-lampu neon dan kincir raksasa menjadikan pemandangan malamnya sangat instagramable, banyak orang datang untuk piknik, jogging pagi, atau menunggu kembang api musiman.
Sorotan: Di tepi laut buatan ada kincir ria raksasa bernama Daikanransha setinggi 115 meter yang setiap malam memancarkan sekitar 120.000 lampu LED berwarna, cahayanya membentuk pelangi reflektif di permukaan air ketika angin tenang. Pada sore hari kelompok orang lokal sering menggelar piknik kecil dengan onigiri dan termos teh hijau sambil menunggu jembatan pelangi menyala tepat pukul 19:00, aroma garam dan bunyi langkah kaki di pasir sintetis terasa sangat nyata.
Get a copy of these attractions in your inbox.
Famous for its UNESCO World Heritage shrines and natural beauty.
Google MapsHistoric city with temples, shrines, and a giant Buddha statue.
Google MapsModern port city with a Chinatown and beautiful waterfront.
Google MapsPopular hiking spot near Tokyo with great nature and views.
Google MapsBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Shinkansen, JR Lines, Metro Lines
JR Lines, Metro Lines
JR Lines, Metro Lines
Use the Narita Express or Limousine Bus from Narita Airport; take Keikyu Line or Tokyo Monorail from Haneda Airport for easy city access.
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.