Bahasa Indonesia
Foto dibuat oleh Abderrahmane Habibi di Pexels.com
Pilih tanggal dan gaya perjalanan Anda untuk mendapatkan:
Apakah ada hal yang sangat penting bagi Anda?
Pilih semua yang sesuai
Plan language: Bahasa IndonesiaMencari hal terbaik yang bisa dilakukan di Nanjing, China? Mulailah dari Makam Sun Yat-sen yang terletak tinggi di Gunung Ungu dengan 392 anak tangga granit. Berjalanlah di Tembok Kota Nanjing di Gerbang Zhonghua, benteng berusia 600 tahun yang membentang hampir 22 mil. Akhiri di Kuil Confucius (Fuzimiao), di mana perahu lentera Sungai Qinhuai telah menarik pengunjung selama berabad-abad.


A 392-step climb through towering pine forests leads to one of the most symbolic monuments in modern Chinese history. At the top, sweeping views of the Purple Mountain and the bell-shaped architectural complex unfold before you.
Fakta cepat: Lebih dari 3 juta pengunjung menaiki 392 anak tangga menuju mausoleum setiap tahun. Seluruh kompleks dirancang dalam bentuk lonceng raksasa, melambangkan panggilan untuk membangkitkan kesadaran rakyat China.
Sorotan: Patung marmer putih pria tersebut berada di dalam aula yang langit-langitnya menampilkan simbol langit biru Kuomintang berujung 12 yang menakjubkan, selaras sempurna dengan pola lantai di bawahnya. Dari platform atas, lihat ke belakang melalui lengkungan dan perhatikan bagaimana seluruh tangga menghilang dari pandangan, menciptakan ilusi bahwa Anda berjalan langsung ke sisi gunung.


Fuzimiao
Wander through a 1,000-year-old temple complex surrounded by a lively night market and canal district. Sample street food, browse calligraphy shops, and watch boats glide under moon bridges on the Qinhuai River.
Fakta cepat: Kompleks Kuil Confucius di Nanjing bermula pada tahun 1034, meskipun sebagian besar bangunan dibangun kembali setelah Pemberontakan Taiping menghancurkan kota pada tahun 1850-an. Kawasan pasar di sekitarnya menarik lebih dari 50 juta pengunjung setiap tahun, menjadikannya salah satu kawasan pejalan kaki yang paling banyak dikunjungi di China.
Sorotan: Masuklah ke aula utama untuk menemukan salah satu patung Confucius batu ukir terbesar di China, diapit oleh alat musik kuno yang masih dimainkan saat upacara tradisional. Pada malam hari, pantulan ribuan lampion merah di Sungai Qinhuai menciptakan efek cermin yang sangat presisi sehingga Anda dapat menghitung setiap kembaran lampion di air di bawahnya.


Explore the resting place of a founding emperor, where ancient stone guardians have stood watch for six centuries. Stroll a 1,800-meter sacred pathway lined with giant beasts and climb to a crimson-walled tower with sweeping forest views.
Fakta cepat: Kompleks mausoleum ini memakan waktu lebih dari 25 tahun dan 100.000 pekerja untuk menyelesaikannya. Kura-kura batu raksasanya, dengan berat lebih dari 80 ton, adalah salah satu patung batu kuno terbesar di China.
Sorotan: Jalanilah Sacred Way yang dipenuhi 12 patung binatang batu raksasa, masing-masing diukir dari satu balok granit dan berdiri diam selama lebih dari 600 tahun. "Menara Jiwa" bata persegi menjulang setinggi 33 meter, dengan dinding merah dan atap keemasannya bersinar tajam di tengah kanopi hutan hijau.


Walk through the actual offices and courtyards where China's modern history was written by emperors, rebels, and presidents. Stand in the same rooms where treaties were signed and dynasties fell.
Fakta cepat: Sembilan pemerintah China yang berbeda menjadikan kompleks luas ini sebagai markas besar mereka, mulai dari pemberontak Taiping pada tahun 1850-an hingga kemenangan Komunis pada tahun 1949. Kompleks ini membentang lebih dari 120.000 meter persegi dan berisi lebih dari 1.000 ruangan yang tersebar di taman tradisional China dan bangunan administratif bergaya Barat.
Sorotan: Tersembunyi di dalam kompleks ini terdapat taman bergaya Barat yang tenang dan elevator awal yang dipasang oleh pemerintah Chiang Kai-shek, salah satu elevator pertama yang berfungsi di seluruh China pada saat itu. Anda masih bisa melangkah ke dalam elevator asli tersebut, dengan kisi-kisi kuningan dan pintu geser manualnya, sebuah potongan teknologi tahun 1930-an yang mengejutkan tersembunyi di antara paviliun-paviliun kuno.


Step into a museum that holds one of China's greatest cultural treasure troves. Wander halls filled with ancient jade, imperial porcelain, and a remarkably preserved Ming dynasty tomb.
Fakta cepat: Lebih dari 400.000 artefak menjadi koleksi museum ini, dan hanya sebagian kecil yang dipamerkan setiap saat. Koleksinya membentang dari zaman prasejarah hingga dinasti Ming dan Qing, menawarkan perjalanan yang memusingkan melalui ribuan tahun peradaban China.
Sorotan: Carilah "Jangkrik Emas" dari dinasti Han, sebuah ornamen pemakaman kecil yang diukir dari sepotong giok dengan sayap yang sangat tipis sehingga Anda bisa melihat cahaya menembusnya. Ruang harta karun bawah tanah museum menyimpan lebih dari 2.000 benda terbaik dalam kegelapan terkontrol suhu, memutarnya hanya sekali dalam satu dekade untuk menjaga kondisinya.


Swap Nanjing's neon bustle for a five-island escape where 444 hectares of water and willow trees await. Cycle past lotus ponds under 600-year-old city wall ruins, then join morning tai chi groups by the shore.
Fakta cepat: Membentang seluas 444 hektar, taman ini mengelilingi danau yang mencakup sekitar tiga perempat dari total luasnya, dengan lima pulau kecil yang saling terhubung oleh jembatan lengkung dan jalan lintas. Pengunjung pagi hari dapat menyaksikan penduduk setempat berlatih tai chi di sepanjang jalur tepi danau sepanjang 9,5 kilometer, sebuah ritual harian yang dilakukan bersama oleh ratusan orang.
Sorotan: Di pulau terbesar, sebuah ruas tembok kota dinasti Ming abad ke-15 masih berdiri, dan Anda dapat memanjat bagian yang berusia lebih dari 600 tahun untuk mendapatkan pemandangan panorama di mana benteng kuno bertemu dengan menara kaca Nanjing modern. Taman ini juga menyimpan rahasia sastra yang sunyi: sarjana terkenal dinasti Qing, Yuan Mei, pernah menggubah puisi di sini sambil menatap bunga lotus di danau.


Stand where China's first modern astronomers did, among ancient bronze instruments and century-old telescopes. Walk through domed observation rooms, touch real meteorite fragments, and see the Milky Way through a telescope that has tracked stars since the 1930s.
Fakta cepat: Observatorium astronomi modern pertama di China berada di puncak gunung pada ketinggian 267 meter, menampung lebih dari 30 teleskop termasuk refraktor Zeiss 60 sentimeter yang memukau dari tahun 1934. Lahan observatorium berisi instrumen astronomi kuno China seperti bola armiler dan gnomon, beberapa berasal dari abad ke-15 dan dipindahkan ke sini untuk pelestarian.
Sorotan: Tersembunyi di antara pohon pinus adalah astrograf kembar Zeiss tahun 1934, dipasang di atas dermaga beton raksasa yang mengisolasinya dari getaran tanah sekecil apa pun. Pada malam yang cerah, instrumen yang hampir berusia satu abad ini masih dapat melacak bintang dengan presisi mekanis, dioperasikan oleh para astronom yang membuka atap geser dengan tangan untuk memperlihatkan langit.


Nowhere else on earth can you glide past 1,500 years of history while listening to musicians serenade you from wooden boats. Expect lantern-lit waterways, ancient temples reflected in dark water, and the scent of street food drifting across the bridges.
Fakta cepat: Membentang sekitar 110 kilometer dari Jiangsu hingga Shanghai, jalur air ini pernah menjadi arteri utama untuk pengiriman gandum kekaisaran. Perahu pesiar bercahaya lampion telah meluncur di sepanjang perairan ini sejak Dinasti Tang, sebuah tradisi yang berlanjut hingga malam ini.
Sorotan: Setiap malam menjelang senja, musisi lokal berpakaian tradisional naik ke perahu kayu dan menampilkan pingtan, sebuah seni rakyat bercerita, sambil meluncur melewati Kuil Confucius yang berusia 1.500 tahun. Perpaduan antara puisi yang dinyanyikan, petikan pipa, dan deburan air di dinding batu menciptakan pengalaman akustik yang tetap tidak berubah selama berabad-abad.


One of the most solemn and powerful memorials in the world, documenting a tragedy that must never be forgotten. You will walk through galleries of personal artifacts, survivor testimonies, and an outdoor sculpture garden designed to stir quiet reflection.
Fakta cepat: Kompleks peringatan ini terletak di situs pemakaman massal yang menyimpan sisa-sisa lebih dari 10.000 korban. Para sarjana genosida menganggap ini sebagai salah satu kekejaman massal yang paling terdokumentasi dengan baik di abad ke-20, dengan aula yang menampilkan lebih dari 5.000 pameran fisik termasuk kesaksian saksi dan foto langka.
Sorotan: Pengunjung berjalan melalui aula luas berisi kerikil putih yang tersebar, di mana setiap batu secara diam-diam mewakili seorang korban yang hilang selama pendudukan enam minggu. Nama-nama 10.642 korban yang terverifikasi diukir di "Tembok Kesedihan" raksasa, membentang sepanjang 40 meter, dengan karakter China yang diukir begitu dalam sehingga Anda dapat menelusurinya dengan ujung jari.
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Nanjing, ChinaPowered by agoda

This steamed sponge cake is infused with sweet osmanthus flowers that bloom across Nanjing in autumn. The cake's delicate floral aroma and fluffy texture have made it a beloved snack since the Ming Dynasty.

For a sweet twist on a savory city, Nanjing style tangyuan are often filled with black sesame or osmanthus and served in fermented rice soup. They are a must eat during the Lantern Festival celebrations in the city.

Named after Nanjing's city flower (the plum blossom), this diamond shaped cake is made from rice flour and red bean paste. Vendors have sold it from street stalls near the Ming City Wall for generations.

Nanjing's most famous dish uses a dry salt curing method that dates back over 1,000 years. The duck is slowly brined and then gently poached, resulting in incredibly tender meat and silky skin.

These crescent shaped dumplings have a crispy, lacy golden bottom from pan frying in a special iron skillet. They are typically served with a vinegary soy dipping sauce that locals insist must include freshly shredded ginger.

This hearty soup features duck blood cubes, glass vermicelli, tofu puffs, and fresh duck parts in a rich broth. It is such a staple of Nanjing street food that countless small shops have spent generations perfecting their family recipes.

Nanjing's sweet osmanthus flowers are steeped in rice wine to create this fragrant, lightly sweet liquor. It has been produced in the region since the Tang Dynasty and is traditionally drunk during the Mid Autumn Festival.

This tangy and refreshing sour plum drink is made from smoked plums, rock sugar, osmanthus, and hawthorn berries. It is the classic thirst quencher of Nanjing, especially popular during the sweltering summer months along Confucius Temple street.

Named after the famous Rainflower Pebbles found in Nanjing, this green tea has a distinctive pine needle shape and a clean, chestnut like flavor. It was awarded the title of one of China's top ten famous teas.
Dapatkan PDF dengan semua atraksi, penilaian, dan tips. Sempurna untuk digunakan secara offline.
Classical gardens and water towns, a UNESCO World Heritage site
Famous West Lake, tea plantations and historic temples
Beijing-Shanghai High-Speed Railway, Shanghai-Nanjing Intercity Railway
Beijing-Shanghai Railway, Ningxi Railway
From Lukou Airport, take Metro Line S1 to Nanjing South Station (about 50 minutes). Taxi to city center takes 40 minutes.
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.
Komentar (8)
Nanjing surprised me. Thought 2 days would be enough but I wish I had planned 4 or 5. The city has this calm energy that Beijing doesn't have.
Get the Nanjing Museum pass card at the metro station. Covers entry to 20+ sites and saves you queuing. Paid for itself after three stops.
Summer was brutal. 38 degrees with insane humidity. Couldn't walk more than 20 mins outside. Go in October or spring if you can.
Overall great trip. Metro is super clean and easy to use. Felt safe walking around at night even solo. Would come back for the museums.
Don't bother with the Ming City Wall hike in midday heat. Go right before sunset, the view over Xuanwu Lake is gorgeous and way less crowded.