
Sade Traditional Village
Waktu terbaik untuk berkunjung
Kunjungan pagi hari menawarkan suhu yang lebih sejuk dan kehidupan desa yang aktif, dengan penduduk setempat terlibat dalam kerajinan dan ritual sehari-hari. Hindari tengah hari saat matahari paling terik dan beberapa kegiatan melambat.
Tips anggaran
Biaya masuk biasanya sekitar 10.000 IDR; tawar-menawar dengan sopan dapat mengurangi biaya pemandu. Berkunjung sebagai bagian dari tur kelompok sering kali menghemat biaya transportasi dan jasa pemandu.
Direkomendasikan untuk
Penjelajah budaya, Penggemar fotografi, Pecinta tekstil
Rencanakan kunjungan Anda
1-2 jam
Tentang
Fakta cepat: Kurang dari satu jam dari kota utama, desa ini menjadi tempat tinggal suku Sasak asli yang melanjutkan tradisi menenun dan upacara adat leluhur. Penduduk setempat tinggal di rumah-rumah beratap kerucut khas yang terbuat dari bambu dan rumput alang-alang, menampilkan arsitektur yang mencerminkan kepercayaan spiritual.
Sorotan: Desa ini memiliki ritual unik yang disebut "Peresean," sebuah pertarungan pura-pura tradisional dengan tongkat rotan yang melambangkan keberanian dan semangat komunitas. Pengunjung dapat melihat penenun membuat kain ikat dengan tangan, menggunakan metode yang diwariskan selama berabad-abad, dengan pewarna cerah yang memperkaya pola rumit.
Tips orang dalam
- Kenakan sepatu yang nyaman karena jalannya tidak rata dan terkadang berlumpur.
- Pagi hari memberikan cahaya terbaik untuk foto, terutama rumah-rumah dan penenun yang sedang bekerja.
- Bersikaplah hormat saat merekam atau memotret orang selama upacara.
- Lewati kios suvenir komersial besar dan belilah tekstil langsung dari pengrajin untuk mendapatkan barang autentik.
Where to Stay in Lombok
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in LombokPowered by agoda




