Bahasa Indonesia
Foto dibuat oleh JKA Travels di Pexels.com
Pilih tanggal dan gaya perjalanan Anda untuk mendapatkan:
Apakah ada hal yang sangat penting bagi Anda?
Pilih semua yang sesuai
Getting around
How do you want to move between places?
Plan language: Bahasa IndonesiaAda banyak hal yang dapat saya katakan untuk para pelancong yang mencari "things to do in Kibuye, Rwanda" tentang Kibuye, Rwanda. Di tepi Danau Kivu yang membentang dari perbukitan yang ditutupi hutan pinus hingga perbatasan Kongo, amati kelelawar raksasa di Napoleon Island yang dapat Anda capai dengan tur perahu selama 90 menit. Saksikan sejarah kawasan ini dengan mengunjungi Kibuye Genocide Memorial.
Di bawah perairannya yang tenang tersimpan harta karun gas raksasa, sebuah tempat peristirahatan damai di bawah bayangan dinding vulkanik. Sambil meluncur di antara pulau-pulau dengan kano, Anda akan menyaksikan matahari terbenam di tengah jaring nelayan dan aroma kopi.
Fakta cepat: Danau dengan luas permukaan sekitar 2.700 km² ini bukan salah satu dari empat danau terbesar di dunia, melainkan lapisan air vulkanik yang kedalamannya mencapai 480 meter. Cadangan gas di dalamnya menjadikannya satu-satunya danau alami yang selain mendukung perikanan yang menghidupi dua juta orang, juga menghasilkan metana.
Sorotan: Di bawah danau ini, ada jutaan meter kubik gas CO2 dan metana yang menunggu untuk muncul ke permukaan; pada tahun 2007 sebuah konsorsium mulai menarik gas ini dengan pipa dan mengubahnya menjadi listrik. Pada sore hari di tiga desa di tepi pantai, saat api para nelayan menari di atas air, Anda akan menghirup udara yang berbau seperti uap mendidih sekaligus laut yang tenang.
Di tengah Danau Kivu, surga hijau yang hanya dapat dijangkau dengan perahu ini menanti Anda. Anda akan menikmati pelarian yang membuat Anda merasakan suara angin dan aroma air.
Fakta cepat: Pulau yang terletak di tengah Danau Kivu ini merupakan salah satu dari tiga pulau terbesar di danau seluas sekitar 2.700 kilometer persegi. Penduduk setempat menyebutnya 'Pulau Cokelat' karena warna tanahnya menyerupai kakao.
Sorotan: Di tanjung selatan pulau, dinding reruntuhan sebuah rumah misi dari tahun 1910-an masih berdiri, dengan lumut tropis dan kelelawar yang hidup di dindingnya. Saat Anda tiba di sana, Anda dapat melihat lebih dari 20 burung kuntul abu-abu yang melayang di permukaan danau secara bersamaan.
Di sini, keheningan di tepi danau membawa kenangan paling menyentuh dari masa lalu. Anda dapat membaca nama-nama para korban dan menyaksikan ritual duka dengan lilin-lilin yang dilepaskan ke air danau.
Fakta cepat: Pada tahun 1995, lebih dari lima ribu jenazah diangkat dari air danau, menjadikannya salah satu area kuburan massal terbesar di kawasan ini. Sekitar 14 ribu orang mengunjunginya setiap tahun, dan monumen di tepi danau ini dianggap sebagai tempat rekonsiliasi bagi keluarga yang mengalami tragedi tersebut.
Sorotan: Di dalam monumen yang bersandar pada air biru danau, nama-nama para korban diukir satu per satu di dinding; sebagian pengunjung menemukan nama kerabat mereka dan berduka dengan meletakkan tangan di dinding. Pemandu setempat menceritakan bahwa setiap tahun pada bulan April, ratusan orang datang ke sini hanya untuk membaca nama-nama dan menyalakan lilin, dan ribuan lilin dilepaskan ke air di tepi danau.
Tepat di samping Danau Kivu, air terjun alami yang mengalir deras melewati bebatuan merah ini adalah sudut paling sejuk di Kibuye. Rasakan kesejukan airnya, jelajahi gua tersembunyi di baliknya, dan berenanglah bersama anak-anak desa.
Fakta cepat: Air terjun yang mengalir dari tebing merah ini merupakan satu-satunya sumber air alami besar yang mengalir ke Danau Kivu dan tidak kehilangan debitnya bahkan di musim kemarau. Penduduk setempat percaya airnya memiliki khasiat penyembuhan; setiap tahun pada bulan Agustus, sebuah festival air tradisional diadakan di sekitar air terjun.
Sorotan: Di belakang air terjun, ada pintu masuk gua kecil yang bisa Anda lewati dengan berjalan di balik derasnya air; di dalamnya udara selalu sejuk dan suara air bergema. Menurut cerita anak-anak setempat, di kedalaman gua dipercaya ada seorang perempuan tua yang setiap musim hujan mengajarkan lagu baru kepada air terjun.
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Kibuye, RwandaPowered by agoda
Fried sweet plantain slices are caramelized in honey, making them a beloved snack at Kibuye's lakeside markets.
Made from ground peanuts and sorghum, this dense sweet cake is a nourishing treat often given to children after school.
Soft cassava dough is sweetened and shaped into little cakes, then steamed in banana leaves for a gentle, floral flavor.

Brochettes are a favorite street food across Rwanda, and near Lake Kivu they are often grilled over open coals with a spicy chili-salt rub.

The iconic red beans of Rwanda are slow-cooked with onions and palm oil, and locals say the best ones come from the volcanic soil around the west.

This hearty stew pairs tender goat meat with rich plantains and makes regular appearances at family gatherings along the lakeshore.

During Umuganura, the national harvest festival, families pour a little of this banana beer on the ground as a thank-you to ancestors before anyone takes a sip.

This sweet and creamy sorghum drink is often served at weddings as a symbol of abundance and shared good fortune.
Made from fermented milk, it has a tangy kick and is traditionally drunk from a shared gourd called an ikibindi.
Dapatkan PDF dengan semua atraksi, penilaian, dan tips. Sempurna untuk digunakan secara offline.
Rwanda's largest lake, ideal for boat trips to islands like Napoleon Island
Hilltop town known for pine forests, tea plantations, and cool climate
Massive rainforest home to chimpanzees, famous Nyungwe Canopy Walk
Underground caves with dramatic stalactites, a unique natural attraction
None in Rwanda; road travel connects all cities
From Kigali, the direct bus to Kibuye takes about 3 hours; from the airport, take a taxi or moto to the main bus station first.
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.
Komentar (8)
Food was decent, simba stew at a roadside spot near the market was the best thing I ate, everything else was just okay
Rain showed up around 4pm every single day we were there, bring a jacket even in the dry months, trust me
Take the morning bus from Kigali not the afternoon one, you get the lake views and the driver makes fewer stops, plus you find a guesthouse before the evening rush
Rent a bike from the guys near the ferry dock, negotiate half their first price, then ride north past the church for the best swimming spot locals use
Skip the hotel restaurants, walk up the hill toward the market road and eat at the place with blue chairs, goat brochettes are 1500f and unreal