
Caplaki Craft Village
Waktu terbaik untuk berkunjung
Late morning around 10am, when most artisans have opened their stalls and the crowds are still thin. Weekdays are noticeably quieter than Saturdays.
Tips anggaran
Entry is free, and prices are generally fixed but reasonable compared to hotel gift shops. Bring cash in Rwandan francs or US dollars, as card payments are rarely accepted.
Direkomendasikan untuk
Souvenir hunters, Photography enthusiasts, Culture lovers, Solo travelers
Rencanakan kunjungan Anda
1-2 hours
Tentang
Fakta cepat: Lebih dari 50 pengrajin lokal menjual karya mereka dari kios-kios kayu kecil yang tersusun rapi. Desa ini mendapatkan namanya dari jenis pohon cemara yang pernah tumbuh di tempat di mana pasar pusat Kigali sekarang berdiri.
Sorotan: Seorang penganyam keranjang master berusia 72 tahun bernama Gaudence duduk di kiosnya setiap hari, menggunakan pewarna alami dari daun alpukat dan kulit bawang untuk mewarnai seratnya. Ia mempelajari teknik tersebut dari neneknya dan dapat menyelesaikan keranjang kecil dalam waktu kurang dari dua jam sambil mengobrol dengan pengunjung sepanjang waktu.
Tips orang dalam
- Politely ask before taking photos of artisans or their work, a small purchase often makes them happy to pose.
- Arrive early to watch weavers starting their day's baskets, the process is fascinating and less rushed.
- Skip the mass-produced items near the entrance and walk to the back stalls for higher quality handmade goods.
- Bring small bills, many artisans cannot make change for large notes on slow days.
Where to Stay in Kigali
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in KigaliPowered by agoda




