Bahasa Indonesia
Foto dibuat oleh Alamin Prodhania di Pexels.com
Pilih tanggal dan gaya perjalanan Anda untuk mendapatkan:
Apakah ada hal yang sangat penting bagi Anda?
Pilih semua yang sesuai
Plan language: Bahasa IndonesiaKetika mempertimbangkan hal-hal yang dapat dilakukan di Riyadh, Arab Saudi, mulailah dari Benteng Al Masmak, benteng tanah liat berusia 150 tahun tempat persatuan modern kota ini dimulai pada tahun 1902. Kemudian naiklah ke Sky Bridge di Kingdom Centre Tower pada ketinggian 300 meter untuk menikmati pemandangan panorama. Museum Nasional Arab Saudi menawarkan delapan galeri imersif yang mengungkapkan 13.000 tahun sejarah Arab.


Saksikan tempat lahirnya Arab Saudi modern di balik dinding tebal bata lumpur ini. Berjalanlah melalui koridor melengkung yang sama tempat penyerbuan 40 orang yang berani mengubah jalannya sejarah.
Fakta cepat: Pintu gerbang besar dari kayu palem dan besi benteng ini masih memiliki bekas tembakan meriam dari pertempuran tahun 1902 yang menyebabkan perebutan kembali Riyadh. Menara pengawasnya mencapai ketinggian 18 meter dan dulunya digunakan oleh para penjaga untuk mengamati kebun palem dan lanskap gurun di sekitarnya.
Sorotan: Anda masih bisa melihat lekukan akibat peluru meriam yang tertancap di pintu gerbang utama benteng, sebuah bekas dari serangan malam legendaris tahun 1902 ketika hanya 40 orang yang menyerbu benteng tersebut. Dinding bata lumpur yang terbuat dari tanah liat lokal dan jerami menjaga bagian dalam tetap terasa sejuk bahkan saat musim panas Riyadh yang mencapai 45 derajat Celcius.


Dapatkan pemandangan Riyadh dari ketinggian seperti elang dari skybridge tertinggi di kerajaan ini. Melambung 297 meter di atas kota, dek panorama ini memperlihatkan skala penuh ibu kota Arab Saudi.
Fakta cepat: Menara setinggi 302 meter ini menembus cakrawala Riyadh dengan skybridge khasnya yang menghubungkan dua bagian di puncak. Sekitar 1.200 ton baja menopang keajaiban modern ini, yang telah menjadi landmark vertikal paling dikenal di kota ini sejak selesai dibangun.
Sorotan: Skybridge berada di ketinggian 297 meter, menawarkan panorama 360 derajat yang membentang melintasi seluruh kota yang luas hingga ke tepi gurun. Pada hari yang cerah, Anda bisa menelusuri kelokan Lembah Wadi Hanifah dan melihat tebing-terbing jauh Tebing Tuwaiq dari titik pandang berdinding kaca ini.


Telusuri 13.000 tahun sejarah Arab dalam delapan galeri imersif, dari fosil prasejarah hingga penyatuan kerajaan. Berjalanlah melalui taman aroma, periksa pecahan meteorit, dan tonton film 3D yang membuat jalur perdagangan kuno terasa nyata.
Fakta cepat: Bertempat di bangunan khusus seluas 28.000 meter persegi, museum ini memiliki delapan galeri terpisah yang mengajak pengunjung menyusuri 13.000 tahun sejarah. Satu galeri menciptakan kembali taman aroma di mana Anda dapat mencium bau kemenyan dan mur yang pernah memenuhi jalur perdagangan Arab kuno.
Sorotan: Galeri 5 berisi fragmen meteorit setinggi 9 meter yang jatuh pada tahun 1863, dikenal sebagai "Punuk Unta," yang dulunya digunakan oleh suku Badui setempat untuk mengasah pedang. Anda dapat mengusapkan jari di atas replika permukaan besi berteksturnya yang dapat disentuh, merasakan tonjolan-tonjolan dari dunia lain yang ditemui oleh suku-suku di padang pasir.


Naiki lift kaca ke dek observasi tinggi dengan pemandangan cakrawala kota Riyadh yang tak terhalangi. Saksikan ibu kota berubah saat matahari tenggelam di bawah cakrawala gurun.
Fakta cepat: Fasad kaca menara yang khas berubah warna sepanjang hari, memantulkan langit gurun dari biru pucat saat fajar hingga oranye tua saat matahari terbenam. Dengan ketinggian 267 meter, struktur segitiga ini memegang gelar sebagai bangunan tertinggi di Arab Saudi hingga tahun 2018.
Sorotan: Di lantai paling atas, sebuah jendela bundar kecil berbingkai emas menandai titik yang tepat di mana menara ini dulunya memiliki landasan helikopter sementara untuk kedatangan tamu VIP. Platform pemandangan berdinding kaca yang sama ini memberi Anda panorama 360 derajat di mana Anda bisa melihat peternakan unta yang merambah hingga ke tepi utara kota.


Sebuah jalur hijau sepanjang 120 kilometer yang membelah kota, tempat babon liar berkeliaran dan menara pengawas kuno menghiasi tebing. Bersepeda di sepanjang jalur air yang ditumbuhi pohon palem, amati burung migran, dan dinginkan tubuh di kolam air terjun bertingkat.
Fakta cepat: Membentang sepanjang lebih dari 120 kilometer melintasi pusat Riyadh, lembah yang luas ini berubah menjadi sungai yang mengalir deras saat hujan musim dingin. Proyek rehabilitasi sepanjang 80 kilometer ini mengubah saluran banjir yang terdegradasi menjadi koridor hijau yang subur dan kini dikunjungi lebih dari 500.000 orang setiap tahunnya.
Sorotan: Saat matahari terbenam, lihatlah ke atas ke arah tebing yang membatasi dinding lembah: puluhan menara pengawas dari abad ke-19 masih berdiri, siluet bata lumpurnya bersinar oranye di tengah cahaya senja. Satu menara di dekat Distrik Al-Ilb masih memiliki balok kayu asli dan atap pelepah palem yang utuh, persis seperti yang dibangun lebih dari 150 tahun yang lalu.


Saksikan salah satu keajaiban arsitektur Islam modern paling menakjubkan di Riyadh, tempat 20.000 jamaah berkumpul di bawah satu lampu gantung kristal seberat 8 ton. Rasakan suasana damai di lantai marmer yang sejuk dan 12 kubah putih berkilau yang bersinar keemasan saat matahari terbenam.
Fakta cepat: Salah satu masjid terbesar di Arab Saudi, masjid ini dapat menampung hingga 20.000 jamaah di ruang shalat dan halamannya. Dua belas kubah putih besar dan dua menara tinggi masjid ini menciptakan siluet yang mencolok di cakrawala Riyadh, terutama saat diterangi cahaya di malam hari.
Sorotan: Masuklah ke dalam dan lihat ke atas: ruang shalat utama memiliki satu lampu gantung besar seberat 8 ton yang dihiasi ribuan kristal Swarovski. Area shalat wanita membentang satu lantai penuh dengan pintu masuk terpisah, dirancang dengan marmer berukir rumit dan fasilitas wudhu pribadi yang jarang dilihat sebagian besar pengunjung.


Jebel Fihrayn
Berdirilah di tempat Semenanjung Arab runtuh secara dramatis menjadi dasar laut purba. Anda akan berjalan di sepanjang tebing setinggi 300 meter dengan pemandangan tak berujung melintasi dasar ngarai yang dipenuhi fosil.
Fakta cepat: Tebing-tebing ini menjunam lebih dari 300 meter ke dasar laut purba yang mengering jutaan tahun yang lalu. Fosil makhluk laut seperti amon dan koral tersebar di seluruh lanskap, bukti air yang pernah menutupi seluruh wilayah ini.
Sorotan: Saat matahari terbenam, tepi tebing menciptakan ilusi optik yang dramatis: cakrawala di balik jurang menyatu sempurna dengan lembah datar di bawahnya, membuat bumi tampak seperti benar-benar berakhir di kaki Anda. Cahaya pagi hari mewarnai tebing batu kapur dengan warna amber tua dan merah jambu keemasan yang berubah setiap beberapa menit.


Lihat lebih dari 1.500 hewan termasuk satwa liar Arab yang langka di sebuah oasis perkotaan yang luas. Berjalanlah di jalur teduh melewati kucing besar, primata, dan kandang burung yang bisa dimasuki.
Fakta cepat: Rumah bagi lebih dari 1.500 hewan dari seluruh dunia, kebun binatang ini terletak di lahan seluas 161.000 meter persegi. Lebih dari 40 spesies burung, reptil, dan mamalia berkeliaran di area ini, termasuk serigala Arab dan oryx Arab yang langka.
Sorotan: Kebun binatang ini berpartisipasi dalam program penangkaran regional untuk macan tutul Arab yang terancam kritis, dengan kandang khusus yang meniru habitat pegunungan mereka. Pengunjung dapat menyaksikan penjaga melakukan sesi pelatihan dengan kucing besar tersebut pada pukul 10 pagi, sebuah pengalaman terkendali dan edukatif yang memperlihatkan perilaku alami mereka dari dekat.


Pertunjukan air dan cahaya gratis terbaik di kota ini berlangsung setiap malam setelah matahari terbenam. Berjalan-jalanlah melalui taman berlandskap, saksikan air mancur menari, dan ambil camilan dari truk makanan di sekitarnya.
Fakta cepat: Empat ribu lampu LED menerangi pertunjukan air mancur menari yang spektakuler setiap malam, diselaraskan dengan musik Arab dan internasional. Taman ini juga memiliki air mancur musikal interaktif seluas 922 meter persegi yang menyemburkan air setinggi 60 meter.
Sorotan: Air mancur menari di sini diprogram dengan lebih dari 60 koreografi air yang berbeda, membuat setiap kunjungan berpotensi berbeda dari sebelumnya. Saksikan dari plaza pusat saat semburan air berdenyut, berputar, dan meledak seirama dengan musik sementara lampu berwarna mengubah air menjadi api cair.
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Riyadh, Saudi ArabiaPowered by agoda

Kunafa is a beloved cheese pastry soaked in sweet syrup, often topped with crushed pistachios. In Riyadh, it is traditionally served warm and freshly made, with a crispy outer layer and a gooey, melted cheese center.

Ma'amoul are delicate semolina shortbread cookies filled with dates, walnuts, or pistachios. These festive treats are traditionally made for Eid celebrations in Riyadh, with the fillings varying by region and family recipe.

Umm Ali is a rich bread pudding made with puff pastry, milk, nuts, and raisins, baked until golden and bubbly. Its name means "Mother of Ali," and legend says it was created to celebrate the victory of a sultan's wife over her rival.

Kabsa is the national dish of Saudi Arabia, featuring fragrant spiced rice with tender lamb or chicken. In Riyadh, it is often prepared with a unique blend of cardamom, cinnamon, cloves, and black lime, giving it a distinct citrusy aroma.

Jareesh is a hearty, porridge-like dish made from crushed wheat cooked slowly with meat, yogurt, and tomatoes. It is a rustic comfort food from the Najd region surrounding Riyadh, often slow-cooked for hours to achieve its creamy texture.

Mandi is a traditional Yemeni-style dish popular in Riyadh, consisting of rice and tender meat cooked in an underground tandoor oven. The meat is so succulent it often falls off the bone, and the rice absorbs the smoky essence from the pit cooking process.

Saudi coffee is a lightly roasted brew infused with cardamom, saffron, and sometimes cloves, served in small handleless cups. It is a cornerstone of hospitality in Riyadh, and refusing a cup is considered impolite by traditional standards.

Qamar al-Din is a thick, sweet apricot juice drink traditionally served during Ramadan to break the fast. Its name means "moon of the faith," and it is made from dried apricot sheets that are soaked, blended, and chilled.

Labban is a refreshing buttermilk drink, often flavored with salt, mint, or dried lime. In Riyadh's hot climate, it is a popular digestive aid and is frequently served alongside heavy rice dishes like Kabsa to cool the palate.
Dapatkan PDF dengan semua atraksi, penilaian, dan tips. Sempurna untuk digunakan secara offline.
Historic birthplace of Saudi Arabia with UNESCO-listed At-Turaif district
Stunning cliff escarpment with dramatic panoramic desert views
Ancient Nabatean city with tombs, rock formations, and Hegra ruins
Scenic valley oasis with walking trails and green landscapes
Traditional Najdi mud-brick village with preserved heritage architecture
Riyadh-Dammam line (Saudi Railways)
Take a taxi or ride share from King Khalid Airport to downtown Riyadh in about 30 to 45 minutes depending on traffic.
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.
Komentar (9)
Not gonna lie, I expected more traditional vibes. It's just a massive modern city with construction everywhere. Felt a bit generic.
The food scene is incredible. I had the best mutton mandi of my life in a tiny spot near Al Bujairi. Riyadh surprised me in the best way.
Mixed feelings. The Kingdom Centre views are stunning but the city lacks walkability. You need a car or taxis for everything which adds up.
Skip the overpriced cafes in Tahlia street. Go to Al Mursalat area instead. Half the price, better vibe, and actual locals hang there.
Felt very safe walking around even late at night. People were genuinely friendly and helpful. Underrated destination honestly.