Tan Teng Niah
Waktu terbaik untuk berkunjung
Sore hari sekitar pukul 5 membasuh fasad dengan cahaya keemasan yang hangat, sementara pertengahan pagi pada hari kerja membuat trotoar sempit tetap kosong untuk mengambil foto yang jernih.
Tips anggaran
Melihatnya gratis dari jalan umum, jadi gabungkan pemberhentian ini dengan jalur koridor kereta api yang berdekatan dan sarapan kaki lima di Little India untuk wisata hampir tanpa biaya.
Direkomendasikan untuk
Pengamat fotografi, Pengagum arsitektur, Penjelajah solo, Pasangan
Rencanakan kunjungan Anda
15-20 menit
Tentang
Fakta cepat: Vila tahun 1880-an ini memakai mantel fuchsia dan krem yang berani sehingga masih membuat orang menoleh ke arahnya di antara menara-menara kaca yang mengelilinginya. Lebih dari satu abad paparan matahari dan hujan membuat plesteran hias, daun jendela kayu, dan motif Tionghoa yang dilukis tangan tetap tampak sangat utuh.
Sorotan: Seorang pedagang rempah yang kaya membangun rumah ini saat kereta kuda masih menguasai jalan, dan fasad eklektiknya masih terlihat seperti jabat tangan antara gaya Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Lihatlah ke atas di bagian ujung atap pelana dan Anda akan melihat lubang angin berbentuk bintang serta genteng berombak yang sebagian besar orang yang lewat tidak pernah memperhatikannya.
Tips orang dalam
- Bingkai rumah ini dari seberang jalan untuk mempertontankan dinding pink-nya pria menara-menara tinggi kaca yang menjulang di belakangnya.
- Bawalah lensa sudut lebar atau lensa ultra-lebar di ponsel, karena trotoarnya sempit dan tidak ada akses ke halaman.
- Datanglah di hari kerja untuk menghindari sesi foto pernikahan yang menguasai sudut pandang terbaik pada akhir pekan.
- Jangan berharap bisa masuk ke dalam; gerbangnya selalu tertutup, jadinya layani ini sebagai pemberhentian cepat untuk foto, bukan sebagai tur.
Where to Stay in Kampong Java Teban
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Kampong Java TebanPowered by agoda

