City BuddyCityBuddy
Bahasa Indonesia
Church of St. Mary

Church of St. Mary

4.8 (126 reviews)
GerejaTempat ibadahAssociation Or OrganizationTempat menarikTempat

Waktu terbaik untuk berkunjung

Kunjungan sore hari, antara pukul 16.00 dan 17.00, saat matahari menciptakan efek cahaya melalui jendela kaca patri. Pada hari kerja hampir tidak ada pengunjung.

Tips anggaran

Masuk gratis, Anda dapat meninggalkan sumbangan sukarela di kotak yang tersedia di dekat pintu masuk. Kunjungan tidak memerlukan tiket maupun pemandu karena papan informasi tersedia dalam beberapa bahasa.

Direkomendasikan untuk

Pecinta seni dan sejarah sakral, Fotografer yang mencari momen cahaya sempurna, Pasangan yang mencari momen tenang saat berjalan-jalan di kota

Rencanakan kunjungan Anda

30-45 menit

Tentang

Fakta cepat: Gereja abad ke-18 ini menyimpan koleksi lukisan para maestro Venesia yang selamat dari dua perang dunia. Menara loncengnya setinggi 37 meter hingga kini masih menjadi penanda bagi para nelayan yang kembali ke pelabuhan.

Sorotan: Di belakang altar terdapat patung kayu polikrom Bunda Maria dari abad ke-15 yang merupakan satu-satunya yang selamat dari kebakaran yang hampir menghancurkan gereja yang lebih tua di tempat yang sama. Saat matahari sore menyinari jendela mawar, terciptalah mozaik cahaya warna-warni di lantai yang hanya berlangsung sekitar dua puluh menit.

Tips orang dalam

  • Duduklah di bangku ketiga dari kiri, dari sana terlihat sudut terbaik menuju altar.
  • Foto jendela mawar dari dalam antara pukul 16.15 dan 16.35 saat matahari berada pada posisi yang tepat.
  • Perhatikan papan di sebelah kanan pintu masuk, di dalamnya tertulis nama 43 nelayan yang tewas di laut.
  • Hindari keramaian di musim ramai dengan datang sebelum pukul 11.00 atau setelah pukul 17.00.

Info praktis

Jam buka

Petunjuk arah

Situs resmi

Pesan tur & tiket

Where to Stay in Umag

Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions

Search all hotels in Umag

Powered by agoda