Bahasa Indonesia
Foto dibuat oleh Ella Rizzi di Pexels.com
Pilih tanggal dan gaya perjalanan Anda untuk mendapatkan:
Apakah ada hal yang sangat penting bagi Anda?
Pilih semua yang sesuai
Plan language: Bahasa IndonesiaHal terbaik di Hatsukaichiban, Jepang, termasuk mengunjungi Kuil Itsukushima, yang terkenal di seluruh dunia karena gerbang terapungnya, menjelajahi Pulau Miyajima, di mana keindahan alam dan situs bersejarah menanti, serta mendaki Gunung Misen setinggi 535 meter, yang menawarkan panorama menakjubkan kota ini.


Gerbang merah terapung yang memukau menanti. Berjalanlah di atas air dan rasakan pengalaman spiritual yang unik!
Fakta cepat: Kuil ini terkenal dengan "gerbang renangnya" yang berwarna merah, yang mengapung di permukaan air saat pasang. Lebih dari 2 juta wisatawan mengunjunginya setiap tahun untuk menyaksikan pemandangan istimewa dan menikmati ketenangan tempat suci ini.
Sorotan: Gerbang torii yang tampak mengambang di atas air laut sangat memukau saat matahari terbenam dan terbit, ketika sinar matahari memantul. Ini adalah kuil langka di mana Anda bisa berjalan di antara istana dan merasa seperti berjalan di atas air laut dangkal pantai.


Panorama yang memukau dan pengalaman dekat alam di dataran tinggi bebatuan. Bersiaplah untuk pemandangan pantai yang ajaib dan hutan yang tenang!
Fakta cepat: Puncak setinggi 535 meter ini adalah salah satu titik tertinggi di Pulau Itsukushima, yang dapat dicapai tanpa menggunakan kereta roda atau kereta gantung. Gunung ini menjadi pengalaman alam yang unik berkat hutan purba yang istimewa dan panorama yang terbentang dari sini.
Sorotan: Dari puncak, pemandangan Laut Pedalaman Seto yang menakjubkan terbentang di depan kita, yang berubah tergantung waktu, sering terlihat perahu nelayan kecil berwarna-warni bergoyang di atas air. Sebuah rahasia istimewa adalah bahwa di puncak gunung terdapat sebuah lentera besar yang mengingatkan pada tradisi Buddha kuno, dan selama berabad-abad telah mengisi tempat ini dengan energi.


Nikmati warna dedaunan musim gugur dengan ribuan pohon maple. Berjalanlah di jalur tepi sungai yang indah dan rasakan kedamaian alam.
Fakta cepat: Pada musim gugur, sebanyak 2000 jenis pohon maple mewarnai taman dengan warna merah dan kuning keemasan. Luasnya lebih dari 7 hektar, dan secara rutin diadakan tur hiking alam di sini.
Sorotan: Di tengah taman terdapat sungai kecil yang mengalir, di sekitarnya hidup puluhan jenis pakis. Menurut legenda setempat, air sungai tersebut membawa keberuntungan bagi mereka yang menyentuh batu-batu besar di tepiannya.


Dinding candi kayu raksasa yang belum selesai menanti, di mana waktu berhenti. Nikmati ketenangan dan permainan cahaya alam yang menakjubkan!
Fakta cepat: Ruang gereja besar yang dibuat dengan pekerjaan tukang kayu ini tidak pernah selesai sepenuhnya, sehingga hanya dinding luarnya yang berdiri. Namanya merujuk pada "seribu tatami" karena ruang dalamnya awalnya dirancang untuk menampung seribu karpet tatami.
Sorotan: Pemandangan yang menakjubkan adalah berjalan di antara tiang kayu besar meskipun konstruksi atap telah hancur menjadi potongan-potongan. Keheningan yang dirasakan di sini dan permainan cahaya alami di bawah langit terbuka memberikan pengalaman yang istimewa.


Jelajahi kehidupan laut Jepang yang penuh warna. Berjalanlah melalui koridor kaca, di mana hiu dan kepiting bercahaya berenang di sekitarmu.
Fakta cepat: Akuarium ini menampilkan 350 jenis makhluk laut, termasuk bulu babi dan ikan pari. Keanekaragaman kehidupan laut di pesisir Jepang dapat kamu kenali di satu tempat.
Sorotan: Di bawah koridor kaca, berenang jenis-jenis hiu khusus, yang benar-benar menjadi pengalaman menakjubkan. Uniknya, ada pertunjukan malam hari udang bercahaya yang jarang terlihat di tempat lain.


Dunia air hidup dengan 350 spesies dan seekor kura-kura raksasa berusia 90 tahun. Rasakan kedekatan dengan kehidupan laut Jepang yang menakjubkan melalui koridor kaca.
Fakta cepat: Akuarium ini menjadi rumah bagi sekitar 350 jenis makhluk laut yang berbeda, termasuk tuna sirip biru Jepang yang langka. Sudah beroperasi selama 110 tahun, sehingga memiliki hubungan yang erat dengan ekosistem laut di sekitarnya.
Sorotan: Yang menarik adalah salah satu kolam di akuarium ini dihuni oleh seekor penyu laut raksasa yang berusia lebih dari 90 tahun. Pengunjung dapat mengagumi berbagai predator laut umum dan langka serta kehidupan laut di perairan pantai Jepang melalui lorong kaca lengkung sepanjang 20 meter.


Pemandangan indah dan suara burung asli menanti. Berjalanlah di karnaval alam yang penuh warna, dengan panorama memukau di atas air.
Fakta cepat: Taman hutan ini menawarkan beragam bunga liar yang berubah sepanjang tahun dan lebih dari 150 jenis burung untuk diamati. Di taman terdapat sebuah menara pengamatan setinggi 15 meter yang memberikan pemandangan menakjubkan ke Teluk Seto.
Sorotan: Di pusat taman terdapat jalur khusus "jalan lagu burung" tempat Anda dapat mendengarkan suara nyanyian burung lokal secara langsung, terutama di musim semi. Pada malam hari jalan ini diterangi lampu LED yang menciptakan suasana magis dan hampir seperti dongeng.
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Hatsukaichi, JapanPowered by agoda

Momiji Manju is a maple leaf-shaped cake filled with sweet red bean paste, famous as a local Hiroshima delicacy and a must-try souvenir from Hatsukaichi.

Kaki Manju is a persimmon-flavored sweet bun unique to Hatsukaichi, reflecting the region's renowned persimmon production.

Amanatto are sweetened boiled azuki beans, often enjoyed during festivals and considered a traditional Japanese sweet in this area.

This savory pancake includes fresh oysters from the Seto Inland Sea, highlighting Hatsukaichi's reputation for quality seafood.

Hiroshima-style Tsukemen features thick noodles served with a rich dipping sauce, showcasing the local twist on this popular dish.

Grilled anago is a beloved dish in Hatsukaichi, celebrated for its tender texture and sweet-savory glaze, often enjoyed near the waterfront.

Miyajima Sake is brewed using pristine water from the island's springs, offering a smooth and fragrant experience treasured by locals.

Hiroshima-grown green tea is cherished for its fresh aroma and mellow flavor, commonly served with traditional meals in Hatsukaichi.

Ume Shu is a sweet and sour plum wine made from locally grown ume, perfect as a refreshing drink or dessert accompaniment.
Dapatkan PDF dengan semua atraksi, penilaian, dan tips. Sempurna untuk digunakan secara offline.
Famous for Itsukushima Shrine and scenic views.
Historic city with Peace Memorial Park and museums.
Sanyo Main Line
From Hiroshima Airport, take the airport limousine bus to Hiroshima Station, then use train on Sanyo Line to Hatsukaichi Station.
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.
Komentar (5)
If you want authentic street food, avoid the main tourist streets and try the smaller side alleys near the station. Much cheaper and better flavor!
Really liked the peaceful vibe here. Food was fresh and tasty, especially the seafood. Weather was perfect in spring. 2-3 days felt just right to explore.
Nice small city with friendly locals, but it felt a bit sleepy sometimes. Loved the coastal views but don’t expect big city nightlife. Good for a quiet getaway.
Bus pass for 1-day is a lifesaver here. Most places have limited parking, so public transport saved me a lot of time and hassle. Also, early morning visits to Miyajima ferry avoid big crowds.
The temples and local markets gave a nice cultural touch. It got quite crowded on weekends, so plan accordingly. Prices were fair, though a bit pricey near tourist spots.