Bahasa Indonesia
Foto dibuat oleh 정규송 Nui MALAMA di Pexels.com
Pilih tanggal dan gaya perjalanan Anda untuk mendapatkan:
Apakah ada hal yang sangat penting bagi Anda?
Pilih semua yang sesuai
Plan language: Bahasa IndonesiaJika Anda mencari hal yang dapat dilakukan di Sokcho, Korea Selatan, mulailah dengan mendaki puncak Ulsanbawi di Taman Nasional Seoraksan, yang menawarkan pemandangan Laut Jepang yang indah. Berjalan-jalanlah di dermaga sepanjang 300 meter di Desa Abai, cobalah cumi-cumi lokal di Pantai Sokcho, dan nikmati matahari terbenam di Paviliun Yeonggeumjeong.


Puncak granit yang memusingkan dan air terjun, di mana udara berbau pinus dan garam Laut Jepang. Berjalanlah di jembatan gantung di antara awan dan sentuhlah pohon cedar berusia 400 tahun yang bertahan melewati dinasti-dinasti.
Fakta cepat: Puncak granit curam setinggi 1708 meter terbelah oleh ngarai terdalam, di mana air pecah menjadi debu pelangi. Di kawasan taman ini hidup lebih dari 1500 spesies hewan, termasuk harimau Amur yang paling langka dan beruang Himalaya.
Sorotan: Saat fajar, batu Ulsanbawi (setinggi 4 meter) memancarkan bayangan yang menyerupai jari raksasa yang menunjuk ke timur, nelayan setempat selama berabad-abad menggunakannya sebagai panduan saat melaut. Yang paling menakjubkan: di taman ini masih tersimpan kuil Buddha Sinheungsa yang dibangun tahun 653, di mana setiap pagi para biksu memecahkan air es dari sungai pegunungan untuk pemandian suci.


Pantai kota terbaik di pesisir timur dengan pasir lembut dan pohon pinus yang indah. Berendamlah di laut hangat, nikmati makanan laut segar di tepi pantai, dan saksikan matahari terbenam sambil duduk di meja kafe.
Fakta cepat: Pasir putih halus membentang sejauh 1,5 kilometer di sepanjang pesisir Laut Timur. Ombak di sini cukup tenang, dan air menghangat hingga 24 derajat yang nyaman pada pertengahan Juli.
Sorotan: Pagi-pagi sekali, sebelum pengunjung pertama datang, langsung di pantai Anda bisa melihat nelayan setempat menarik jaring berisi ikan yang baru ditangkap dengan tangan, yang bisa langsung dibeli. Hutan pinus yang hanya berjarak 50 meter dari air memberikan keteduhan lebat, dan aroma jarum pinus bercampur dengan embusan angin asin, aroma unik yang tidak akan Anda temukan di pantai lain.


Lihatlah ke dalam sejarah hidup, di mana waktu berhenti pada tahun 1950-an. Berjalan-jalanlah di lorong-lorong sempit, cobalah kue pai buatan sendiri, dan dengarkan cerita dari para nenek yang mengingat perang.
Fakta cepat: Hanya 20 menit berkendara dari pusat Sokcho, tempat ini mengingatkan pada kehidupan pengungsi Korea Utara yang mencari perlindungan di sini selama Perang Korea. Desa ini memiliki sekitar 50 rumah, banyak di antaranya masih dihuni oleh para pengungsi lanjut usia dan keturunan mereka.
Sorotan: Pameran yang paling tidak biasa di sini adalah pengeras suara tua di lereng bukit, yang dulu digunakan untuk menyiarkan propaganda ke Korea Utara, dan Anda masih bisa mendengar rekaman suara penyiar dari masa itu. Setiap musim gugur, penduduk setempat mengadakan pasar dadakan dengan hidangan berdasarkan resep yang sudah berusia lebih dari 60 tahun.


Satu-satunya mercusuar di Korea yang bisa dinaiki dan melihat laut serta gunung sekaligus. Di sini Anda akan berjalan di lantai kaca di atas ombak dan melihat di mana Seoraksan dan Laut Timur bertemu.
Fakta cepat: Dari ketinggian 56 meter terbentang panorama yang meliputi Laut Timur, kota Sokcho, dan bahkan puncak Seoraksan di cuaca cerah. Mercusuar ini dibangun bukan hanya sebagai penunjuk arah navigasi, tetapi sebagai bagian dari kompleks pelabuhan besar, dan saat ini terhubung dengan promenade kayu yang indah di sepanjang pesisir.
Sorotan: Lantai kaca di dek observasi membuat jantung berdetak lebih kencang: di bawah kaki pada ketinggian 30 meter, ombak menghantam, dan angin bertiup kencang melalui kisi-kisi logam. Di malam hari, mercusuar menyala dengan sinar biru-putih selama 5 detik, dan nelayan setempat masih mengecek arah mereka dari mercusuar ini, tradisi yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.


Paviliun di atas laut, di mana angin dan ombak menciptakan simfoni alam. Rasakan percikan air asin di wajah Anda dan lihatlah perahu nelayan memasuki pelabuhan Sokcho.
Fakta cepat: Павильон Ёнгымджон держится на скалистом утесе прямо над Японским морем, а волны разбиваются о скалы в 20 метрах под ним. С небольшой смотровой площадки открывается вид сразу на три живописных пляжа Сокчо и порт с рыбацкими лодками.
Sorotan: В ветреную погоду здесь слышен естественный «музыкальный» аккомпанемент: ветер, свистящий между колонн павильона, смешивается с грохотом прибоя внизу. Ветки прибрежных сосен, растущих прямо из скал, гнутся и стелются почти горизонтально , это зрелище напоминает кадр из старого корейского фильма.


Pusat gastronomi utama Sokcho, di mana makanan laut dijual langsung dari perahu. Berjalanlah di sepanjang barisan, cobalah hwe-sashimi dan kue beras manis, dan Anda akan merasakan cita rasa kota yang sesungguhnya.
Fakta cepat: (quick_facts): "Setiap hari, sekitar 30.000 orang melewati Pasar Sentral Sokcho, terutama saat musim makanan laut segar. Di sini Anda bisa mencoba hwe, sashimi ala Korea, langsung di tempat, membelinya dari nelayan yang baru saja kembali dengan hasil tangkapan pagi hari."
Sorotan: (special_highlight): "Di gang belakang deretan ikan, tersembunyi jalan kecil hwe yang mungil, di mana dengan 15.000 won Anda dipotongkan sashimi langsung di atas kotak styrofoam, dan di sampingnya sisa ikan langsung dibakar di atas arang. Penduduk setempat menyebutnya 'sashimi untuk orang miskin', tetapi dari segi kualitas kesegarannya tidak kalah dengan restoran mahal."


Permukaan seperti cermin di antara tebing granit terlihat seperti bidikan dari film fantasi. Berjalanlah di atas papan kayu dan lihatlah bagaimana gunung-gunung terpantul di air biru kehijauan.
Fakta cepat: Озеро окружают скалы причудливых форм, а вода в нём меняет оттенок от изумрудного до бирюзового в зависимости от освещения. Каждый год сюда приезжают около 1,5 миллиона туристов, чтобы пройти по деревянным мосткам вдоль берега и полюбоваться отражением гор.
Sorotan: В безветренную погоду поверхность озера превращается в идеальное зеркало, где гребни гор дублируются с фотографической точностью. Ранним утром, когда туман стелется над водой, кажется, будто скалы парят в воздухе.


Hanya di sini Anda dapat melihat bagaimana lautan menciptakan organ batu sungguhan dari ratusan tiang sempurna. Anda akan berjalan di atas papan kayu tepat di atas ombak yang mengamuk, merasakan hembusan alam. (178 karakter)
Fakta cepat: Gelombang dan angin selama jutaan tahun telah mengukir kolom basal heksagonal ini langsung ke dalam tebing, menciptakan organ alami setinggi hingga 30 meter. Ini adalah salah satu deposit columnar jointing terbesar di Korea, membentang di sepanjang pantai sekitar 2 kilometer.
Sorotan: Tidak seperti tebing biasa, kolom basal ini sangat simetris, seolah dipahat oleh pematung raksasa: beberapa bongkahan berbentuk heksagonal sempurna, seperti sarang lebah. Saat badai, ombak menghantam kolom dengan gemuruh, dan percikan air meloncat hingga 20 meter ke atas, menyiram penonton dengan debu garam yang dingin.


Ingin melihat bagaimana puncak zamrud Taman Nasional bertemu dengan laut tak berujung? Dalam 8 menit Anda akan naik 600 meter, dan dari atas akan terbuka pemandangan yang menakjubkan.
Fakta cepat: Kereta gantung naik ke ketinggian 600 meter hanya dalam 8 menit, membuka panorama yang menakjubkan ke puncak berbatu dan Laut Timur. Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta orang menggunakan kereta gantung ini, menjadikannya salah satu kereta gantung tersibuk di Korea.
Sorotan: Gondola naik hampir vertikal di sepanjang dinding granit ngarai, sudut kemiringan mencapai 40 derajat, dan rasanya hampir bisa menyentuh tebing dengan tangan. Di puncak, Anda tidak hanya akan menemukan dek observasi, tetapi seluruh jalur jalan kayu di antara pohon pinus tua dengan pemandangan puncak granit kuno Ulsanbawi.
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in Sokcho, South KoreaPowered by agoda

Hotteok is a popular Korean street food pancake filled with brown sugar, cinnamon, and nuts. In Sokcho's cold winters, the hot, syrupy filling provides a warming treat for locals and visitors alike.

Sujeonggwa is a traditional Korean cinnamon punch made with dried persimmons and ginger. It is often served as a digestif after meals and is especially popular in Sokcho's seafood restaurants.

Yaksik is a sweet Korean rice cake made with glutinous rice, honey, chestnuts, and dried fruits. It is traditionally enjoyed during festive occasions and symbolizes good fortune and health.

Sokcho Ojingeo Sundae is a local specialty where squid is stuffed with glass noodles, vegetables, and minced meat, then steamed or grilled. As a coastal city, Sokcho is famous for this unique squid-based version of Korean blood sausage.

Dak Kangjeong is crispy deep-fried chicken coated in a sweet and spicy gochujang glaze. Sokcho's version often incorporates local honey for a distinctive regional flavor.

Sokcho is a major port city and the fresh hoe (raw fish) served here comes straight from the East Sea. The local Abai Village is especially known for its raw fish dishes, often served with gochujang and fresh vegetables.

Sikhye is a traditional sweet rice punch made from malted barley and rice. It is commonly served after meals in Sokcho restaurants as a refreshing digestive drink.

Makgeolli is a milky, slightly fizzy Korean rice wine that pairs perfectly with Sokcho's savory seafood pancakes and raw fish. Local breweries in the Gangwon region produce versions with subtle variations in sweetness and tang.

Omija Cha is a tea made from magnolia berries, known as "five-flavor berries" for their sweet, sour, salty, bitter, and pungent tastes. It is a popular warming drink in Sokcho's cold winters and is often served with honey.
Dapatkan PDF dengan semua atraksi, penilaian, dan tips. Sempurna untuk digunakan secara offline.
South Korea's most iconic national park with dramatic granite peaks, temples, and hiking trails
Observatory offering views of the DMZ and North Korea from the eastern coast
Historic seaside Buddhist temple with a giant statue and ocean views
Popular surfing destination with long sandy beaches and surf schools
Scenic coastal lagoon surrounded by walking paths and cafes near Sokcho
KTX and Donghae Line connecting to Seoul and Gangneung
KTX high-speed line from Seoul (approx 2 hours)
From Yangyang Airport take bus 7 or a taxi (30 min). From Seoul take KTX to Gangneung then bus or taxi to Sokcho (total about 3 hours).
Cara termudah dan paling terjangkau untuk mendapatkan internet seluler di mana pun Anda bepergian.
Komentar (8)
The sunrise at Yeonggeumjeong Pavilion was gorgeous. Get there by 5am though, it gets packed fast.
Sokcho surprised me. The market food is incredible and way cheaper than Seoul. Definitely worth a weekend trip.
Stay near the bus terminal, not the beach. Cheaper hotels and better food options within walking distance.
If you're renting a car, park at the public lot near the bus terminal. Free and close to everything.
Had high hopes but the weather was awful. Rainy and cold even in June. Couldn't enjoy the beach at all.