
Abai Village
Waktu terbaik untuk berkunjung
Pada musim gugur tempat ini sangat indah: daun-daun yang menguning menciptakan suasana nyaman, dan cuacanya sempurna untuk berjalan-jalan. Datanglah pada pagi hari di hari kerja untuk menemukan sedikit wisatawan.
Tips anggaran
Masuk gratis, begitu juga semua area jalan-jalan di desa. Nenek-nenek setempat menjual makanan rumahan dengan harga simbolis, bawalah uang tunai karena tidak ada mesin EDC.
Direkomendasikan untuk
Pecinta sejarah, Fotografer, Pelancong dengan anggaran terbatas, Keluarga dengan anak usia sekolah
Rencanakan kunjungan Anda
1-2 jam
Tentang
Fakta cepat: Hanya 20 menit berkendara dari pusat Sokcho, tempat ini mengingatkan pada kehidupan pengungsi Korea Utara yang mencari perlindungan di sini selama Perang Korea. Desa ini memiliki sekitar 50 rumah, banyak di antaranya masih dihuni oleh para pengungsi lanjut usia dan keturunan mereka.
Sorotan: Pameran yang paling tidak biasa di sini adalah pengeras suara tua di lereng bukit, yang dulu digunakan untuk menyiarkan propaganda ke Korea Utara, dan Anda masih bisa mendengar rekaman suara penyiar dari masa itu. Setiap musim gugur, penduduk setempat mengadakan pasar dadakan dengan hidangan berdasarkan resep yang sudah berusia lebih dari 60 tahun.
Tips orang dalam
- Jangan lewatkan sumur tua di tengah desa, ini tempat favorit untuk berfoto bagi penduduk setempat.
- Singgahlah ke museum kecil dengan foto-foto tahun 1950-1960an, letaknya di rumah nomor 12.
- Datanglah di awal minggu karena pada akhir pekan banyak rombongan sekolah yang berkunjung.
- Bawalah air minum dan camilan sendiri, tidak ada kafe di desa, hanya beberapa rumah yang menyediakan makanan.
Where to Stay in Sokcho
Selected by City Buddy based on guest reviews and proximity to top attractions
Search all hotels in SokchoPowered by agoda




